Pengolahan limbah plastik dapat meningkatkan perekonomian


Pasti kita sudah tahu bahwasahnya sampah plastik menjadi salah satu penyebab terjadinya beberapa kerusakan pada ekosistem. Menurut peniliti, pada tahun 2010 sampah plastik, mencatat bahwa 8 juta ton sampah terbuang ke laut setiap tahunya. Kini, diperkirakan sudah bertambah lagi menjadi 20 juta ton sampah plastik. Dalam penelitian tahun 2010, Indonesia berada di peringkat kedua sebagai negara paling banyak membuang sampah plastik ke laut. Jika terus bertambah banyak, maka bisa terjadi hal yang tidak kita inginkan di kedepan harinya maka dari itu “ayo” kita kurangi pemakaian sampah plastik sedikit demi sedikit.

Tapi kita jangan berburuk sangka dulu karna dengan adanya sampah plastik pengolahan limbah palstik dapat meningaktan perekonomian. Limbah plastik sudah menjadi salah satu kasus limbah saat ini memerlukan Tindakan yang ekstra, karena disebabkan sifatnya yang membutuhkan waktu lama serta susah untuk didaur ulang. Bermacam aksi oleh para pemerintah sudah dicoba untuk mengurangi jumlah sampah plastik semacam pengurangan kandungan dalam suatu produk, kantong plastik belanja yang berbayar, serta pemakaian plastik yang lebih ramai area serta lain sebagainya.

Pengurangan pemaikain plastik pada kehidupan tiap hari sudah diciba, tetapi tetap saja jumlah sampah palstik masih terbilang banyak, dari apa yang saya amati, menurut saya daerah DKI Jakarta lah yang menjadi penyumbang sampah plastik terbanyak sehabis sampah organik. Tidak hanya itu saja limbah plastik memunculkan kasus lain terhadap suatu wialyah, semacam pencemaran air, pencemaran hawa yang disebabkan pemabakaran sampah yang dampaknya bisa menyebabkan global warming.

Namun menurut informasi yang saya ketahui, disisi lain kita kedatangan MEA di Indonesia sejak tahun Desember 2015 sudah membuka babak baru dalam bidang perekonomian antar negara ASEAN. MEA mempraktikkan sistem pasar leluasa diaman ada kemudahan dalam arus perdagangan negara – negara di ASEAN.

MEA bertujuan meningkatkan stabilitas perekonomian di Kawasan ASEAN dan diharapkan sanggup menanggulangi permasalahan yang ada di bidang ekonomi antar Negara di ASEAN. Dengan demikian produk lokal Indonesia mempunyai kesempatan buat bersaing dalam pasar yang luas. Begitu pula sebaliknya, produk ASEAN pula mempuanyai kemapuan buat bersaing didalamnya.

Memandang keadaan tersebut , produk lokal Indonesia wajib berinovasi supaya dapat bersaing di kancah internasional. Lewat bermacam kasus tersebut saya sebenarnya berinisiatif untuk membuat suatu produk lokal berlimbah sampah plastik untuk menimgkatkan mutu produk lokal, seperti di kota – kota besar di Indonesia, dan tentunya dapat bersaing di pasar internasional.

Produk tersebut adalah sebuah aplikasi, saya berfikir untuk menciptakan sebuah aplikasi yang berfungsi menyediakan layanan jasa pengangkutan sampah yang ditargetkan agar mempermudahkan masyarakat membuang sampah, aplikasi ini saya namai intergrated waste service, aplikasi ini dapat mengelola sampah yang berada di lingkungan sekolah, kantor, mall, resoran, hotel, bahkan tempat -tempat terpencil. Tidak hanya itu saja, pemilik sampah pun akan menerima reward atau hadiah menarik sesuai dengan keterangan yang terdapat pada aplikasi, hadiah ini dapat berupa saldo tabungan dana, dan apabila beruntung akan mendapatkan hadiah special.

Tidak hanya itu pula diharapkan dapat menguarngi jumlah limbah plastik, tingkatka harga jual limbah plastik di kota – kota karena, bisa menigkatkan perekonomian kota – koata besar di indonesia sebab pembuatan produk ini memakai bayaran yang lumayan besar tetapi menciptakan profit yang optimal. 

 



Komentar